GOCAR4D – Jesse Lingard: Aku Nggak Cukup Kuat di MU

Pesepak bola Inggris Jesse Lingard berlari di lapangan Training Center (TC) Bali United, Gianyar, Bali, Senin (12/6/2023). Pada kunjungannya, mantan pemain Manchester United dan Nottingham Forest tersebut melihat langsung fasilitas-fasilitas di pusat pelatihan yang dimiliki Bali United serta berbagi pengalaman dan motivasi kepada para pemain muda di Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
Jesse Lingard (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


Manchester

Jesse Lingard angkat bicara soal kariernya di Manchester United. Sang winger akui, ketika itu dirinya tidak cukup kuat dalam menghadapi segala tantangan.

Jesse Lingard baru-baru ini bikin heboh dunia maya. Lingard cekcok sama netizen ketika mengomentari suatu akun yang menyudutkan dirinya di Manchester United.

Lingard dan Pogba dicap merusak budaya pemain-pemain MU. Lingard langsung panas!


ADVERTISEMENT





SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Bagaimana mungkin saya merusak budaya di klub? Saya berusaha memberikan segalanya, toh kalau pun soal joget-joget, itu hal yang normal karena kami menikmati setiap momen,” tegasnya.

Dilansir dari Tribuna, dalam wawancara terbaru, Jesse Lingard angkat bicara soal kariernya yang naik turun di Manchester United. Lingard mengaku tidak cukup kuat, mentalnya.



ADVERTISEMENT





“Dalam sepakbola, Anda selalu mengalami pasang surut. Anda harus kuat secara mental,” bukanya.

“Berada di lingkungan yang sama dalam waktu yang lama bisa membuat Anda terkekang. Di Manchester United, aku tidak cukup kuat,” paparnya.

Jesse Lingard sudah bermain di Manchester United sejak usia tujuh tahun dari tim akademi. Lingard memperkuat tim utama pada tahun 2015-2021, total mengemas 232 penampilan.

Lingard mengaku, pergi dari MU dengan cara baik-baik. Lingard kini bertualang di Liga Korea Selatan bersama FC Seoul, kontraknya habis di akhir tahun 2025.

“Aku berbicara dengan Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa anggota staff. Mereka mengerti tentang masalahku karena mereka juga manusia,” katanya.

“Sampai di titik tertentu ketika, aku sudah tidak bermain secara reguler. Aku harus pergi, aku tidak mau hanya duduk di sana (bench-red) demi uang,” tutupnya.

(aff/nds)

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *